JAWABAN SOAL TAS SEMESTER 4 JARINGAN NIRKABEL

JAWABAN SOAL TAS SEMESTER 4

JARINGAN NIRKABEL

1. Mode konfigurasi access point :

  1. Root Mode

untitled

  1. Bridge Mode

bridge

  1. Repeater Mode

repeat

2. Pengertian Orthogonal Chanel Set dan macam-macamnya :

Orthogonal Chanel Set adalah sebuah set channel yang mempunyai jarak frekuensi yang cukup agar beberapa sambungan radio dapat ber operasi tanpa saling mengganggu

a. Tiga Orthogonal Channel Set yaitu

2.412 GHz channel 1

2.437 GHz channel 6

2.462 GHz channel 11

3

Ketiganya berbasis pada peralatan Amerika Serikat, mempunyai jarak antar Orthogonal Channel yang baik sehingga tidak saling menggangu

b. Empat Orthogonal Channel Set, yaitu:

2.412 GHz channel 1

2.432 GHz channel 5

2.552 GHz channel 9

2.572 GHz channel 13

4

Empat Orthogonal Channel Set sangat baik untuk daerah yang padat pengguna WLANnya, akan tetapi tidak cukup jarak antar orthogonal channel, bahkan agak sedikit overlap di ujung masing-masing

Independent Basic Service Set (IBSS) & Extended Service Set (ESS)

Independent Basic Service Set (IBSS)

ibss3

Konfigurasi Independent Basic Service Set (IBSS) dikenal sebagai konfigurasi independen. Secara logika konfigurasi IBSS mirip dengan jaringan kabel peer-to-peer, dimana komunikasi antar station dapat dilakukan secara langsung tanpa adanya managed network. Jenis IBSS ini dikenal juga sebagai ad-hoc network dan biasanya untuk jaringan wireless dalam ruang yang terbatas dan tidak dihubungkan ke jaringan komputer atau internet yang lebih luas.

Extended Service Set (ESS)

Extended Service Set (ESS) terdiri dari beberapa Basic Service Set (BSS) yang saling overlap dan masing-masing mempunyai Acces-Point. Access-Point satu sama lainnya dihubungkan dengan Distributed System(DS). Distributed System(DS) bisa berupa kabel ataupun wireless.

Jadi ada 2 macam Extended Service Set (ESS) seperti pada gambar berikut ini.

1. Extended Service Set (ESS) dengan menggunakan kabel untuk Distributed System


ess6

Traffic flow untuk operasi Extended Service Set (ESS) dengan menggunakan kabel untuk Distributed System adalah sebagai berikut :

ess25

2. Extended Service Set (ESS) dengan menggunakan wireless untuk Distributed System

ess33

Jawaban TTS Jaringan Nirkabel Semester 4

Soal A

  1. Apakah yang dimaksud dengan Teknologi Wireless dan sebutkan keuntungan menggunakan teknologi tersebut!

    Jawaban :

    Teknologi Wireless merupakan teknologi jaringan tanpa kabel yang menggunakan frekuensi radio sebagai perantara dalam pengiriman data.

    Keuntungan menggunakan wireless:

    a. Pengguna dapat bergerak lebih fleksibel

    b. Terbebas dari masalah perkabelan

    c. Relatif cepat dan murah

    d. Dapat ditempatkan dimanapun

  2. Dalam topologi wireless apa yang dimaksud dengan ad-hoc dan infrastruktur?

    Jawaban:

    Ad Hoc adalah koneksi 2 atau lebih komputer dengan media wireless tanpa access point dalam satu jaringan.

    Infrastruktur adalah koneksi 2 atau lebih komputer dengan media wireless menggunakan access point dalam satu jaringan.

Soal B

  1. Jelaskan pengertian channel dalam teknologi wireless!

    Jawaban :

    Channel adalah frekuensi hopping yang bekerja menggunakan hop pattern.

  2. Jelaskan tentang mode akses point bridge dan berikan contohnya!

    Jawaban :

    Mode akses point bridge adalah koneksi 2 atau lebih komputer dengan media wireless menggunakan access point untuk menghubungkan 2 jaringan yang berbeda.

    Contoh :

    Jaringan A dengan network 192.168.0.0 dihubungkan dengan jaringan B yang mempunyai network 10.10.0.0 menggunakan access point sebagai bridge mode.

Tugas RSI Tahap I (Kelompok 5)

SISTEM PENERIMAAN SISWA BARU

SMP 1 KERTEK

TAHAP I

(Kelompok 5)

DISUSUN OLEH :

UMI NADHIROH 07.0511.0113

M. EDI MUNAWAR 07.0511.0056

SHOFAUDDIN UZZA 07.0511.0094

NICO HADI SAPUTRA 07.0511.0074

SEKAR EKKA PRAMESTI 07.0511.0093

TEKNISI DAPODIK (D3TKJ) KELAS B

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG


2008

  1. PENDAHULUAN

Sistem Informasi berasal dari kata Sistem yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub sistem yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan dan Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian (event) yang nyata (fact) yang digunakan untuk mengambil keputusan. Dari kedua hal diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi adalah suatu kesatuan sistem yang menyajikan hasil dari pengolahan data yang lebih berarti yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk mencapai suatu tujuan.

Sistem informasi manajemen pendidikan merupakan sekumpulan sistem informasi yang saling berinteraksi, terkoordinasi secara terpadu, sehingga mampu mentransformasi data menjadi informasi yang berguna bagi para menejer pendidikan dalam melaksanakan peran dan fungsinya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misi entitas organisasi pendidikan.

Dalam hal ini kita mengambil konsep tentang sistem informasi menejemn pendidikan guna membantu mempermudah pengolahan data dalam suatu organisasi atau instansi pendidkan. Yang dalam hal ini kami menyajikan suatu sistem informasi dalam Penerimaan Siswa Baru pada Sekolah Menengah Pertema (SMP). Hal ini di dasarkan pada pentingnya penerapan suatu sistem informasi untuk mempermudah pengolahan data dalam Penerimaan Siswa Baru.

  1. LATAR BELAKANG

SMP 1 Kertek adalah salah satu SMP Negeri yang telah berstandar Nasional yang lokasinya terletak di Karangluhur, Kertek, Wonosobo. Sekolah ini sudah berdiri agak lama, dan juga di sekolah ini telah lama memuat TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sebagai salah satu mata pelajaran wajib.

Dalam setiap tahunnya SMP 1 Kertek membuka Penerimaan Siswa Baru pada akhir tahun ajaran setelah usai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah. Untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi, khususnya di dunia pendidikan Indonesia, maka perlu dibangun suatu sistem informasi Penerimaan Siswa Baru di SMP 1 Kertek yang dapat diterapkan sesuai dengan keadaan dan kondisi di SMP 1 Kertek dan sekitarnya.

Pembuatan Sistem Informasi Penerimaan Siswa Baru ini perlu dilakukan demi tercapainya peningkatan kinerja sekolah, khususnya dalam hal Penerimaan Siswa Baru.

  1. RUMUSAN MASALAH

Proyek ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut :

      1. Bagaimana Sistem Penerimaan Siswa Baru yang telah diterapkan?

      2. Data-data apa sajakah yang dibutuhkan dalam proses Penerimaan Siswa Baru?

      3. Bagaimana langkah untuk membuat suatu sistem Penerimaan Siswa Baru yang lebih efektif dan efisien?

  1. TUJUAN

Adapun tujuan penerapan sisten informasi ini adalah :

  1. Mempermudah pengolahan data penerimaan siswa baru Sekolah menengah pertama (SMP).

  2. Memanfaatkan fasilitas komputer dan perangkat pendukung yang sudah tersedia.

  3. Menerapkan Mata Kuliah RSI kedalam kehidupan nyata.

  4. Mencapai efektifitas dalam setiap Penerimaan Siswa Baru.

  5. Mencapai efisiensi dalam setiap Penerimaan Siswa Baru.

  6. Mempermudah pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru.

  1. BATASAN MASALAH

Bagaimana sistem ini berjalan dan untuk siapa sistem ini dibuat berdasarkan sasaran pengguna antara lain, seorang Administrator Pendidikan, tenaga pendidikan atau seorang manajer dalam dunia pendidikan khususnya para Panitia Penerimaan Siswa Baru.

  1. METODOLOGI

  1. Observasi

Pencarian data yang diperlukan dalam penyusunan laporan analisi Penerimaan Siswa Baru ini kami menggunakan metode observasi dalam pendekatan dan perolehan data yang dibutuhkan. Hal ini dengan melakukan penelitian langsung ke instansi terkait.

  1. Wawancara

Dalam mengumpulkan data-data yang dibutuhkan, kami melakukan wawancara kepada pihak terkait untuk memperoleh keterangan tentang bagaimana sistem Penerimaan Siswa Baru di SMP 1 Kertek.

  1. Diskusi Kelompok

Dalam diskusi kelompok yang kami lakukan kami membahas bagaimana hal-hal yang akan kami lakukan dan kerjakan untuk terselesaikannya tugas tahap 1 ini.

Tabel Kegiatan

Langkah-Langkah

Tanggal Kegiatan

Yang mengerjakan

Diskusi Kelompok (Pembagian Tugas)

10 Juli 2008

Semua Anggota (Edy M., Umi N., Sekar E.P., S. Uzza, Nico H.S.)

Pengumpulan Data dan Wawancara

15 Juli 2008

Umi Nadhiroh

Pembuatan konsep awal (Pendahuluan, Latar Belakang, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Metodologi)

18 Juli 2008

Umi N., Edy M., S. Uzza, Nico H. S.

Upload Data

18 Juli 2008

S. Uzza, Umi N.

Pembuatan diagram

20 Juli 2008

Umi N., Edy M.

Pembuatan Laporan

21 Juli 2008

Semua Anggota

G. IDENTIFIKASI ORGANISASI

  • Nama Organisasi : SMP 1 Kertek

  • Alamat : Karangluhur, Kertek, Wonosobo

  • Bidang gerak : Pendidikan (Sekolah Menengah Pertama)

  • Contact Person : Telp . (0286) 329157

  1. DESKRIPSI

  1. Nama Sistem : Sistem Penerimaan Siswa Baru (PSB) SMP 1 Kertek

  2. Tujuan : Mencapai efektifitas dan efisiensi Penerimaan Siswa Baru di SMP 1 Kertek
    dalam menerima calon siswa ber-SDM tinggi.

  3. Penanggung Jawab Sistem : Panitia Penerimaan Siswa Baru

  4. Model Sistem yang sedang berjalan :

    1. Struktur Organisasi Sekolah

Kepala Sekolah : Parwanto, S.Pd.

Wakil Kepala : Supriyanto, S.Pd.

Wa.Ka. Ur. Kurikulum : Sobron Nur J., S.Pd., Sukarno, S.Pd.

Wa.Ka. Ur. Kesiswaan : Pranata

Wa.Ka. Ur. Sarpras. : Sumadi, Turahman

Wa.Ka. Ur. Humas : Marsidah, B.A.

Ka. Tata Usaha : Wahyono

(bagan Struktur Organisasi Sekolah Terlampir)

    1. Struktur Panitia Penerimaan Siswa Baru 2008

Penanggung Jawab : Kepala Sekolah

Ketua Panitia : Marsidah, B.A.

Wakil Ketua : Pranata

Sekretaris : Tien Sumartini, S.Pd.

Bendahara : Sri Heryanti

Bag, Perlengkapan : Sumadi, Turahman

Humas : Sukarno, S.Pd., Didik Agus S., S.Pd.

b. Diagram Arus Data :

DFD (Data Flow Diagram) Konteks

Diagram Konteks


DFD Level 0

    1. Diagram Relasi Entitas

  1. Teknologi yang dipakai dalam sistem : dengan komputer dan manual

  2. Persoalan dan peluang yang ada berdasarkan PIECES framework :

  1. Persoalan yang sekarang ada berdasarkan PIECES framework :

  1. Performance : saat ini kinerja sistem dapat dibilang cukup baik, hanya saja belum terkomputerisasi.

  2. Information : informasi yang disajikan saat ini kurang interaktif.

  3. Economics : belum ada keuntungan dari sistem saat ini.

  4. Control : keamanan masih baik melihat lingkungan yang masih stabil.

  5. Efficiency : saat ini masih dapat dibilang belum efisien baik dari sisi panitia dan si pendaftar dalam melakukan prosesnya masing-masing.

  6. Service : layanan yang diberikan saat ini cukup baik.

  1. Peluang perbaikan berdasarkan PIECES framework :

  1. Performance : dengan adanya SI PSB yang tersusun rapi, maka kinerja PSB di SMP 1 Kertek dapat ditingkatkan.

  2. Information : informasi dapat disajikan dengan lebih interaktif dan komunikatif

  3. Economics : keuntungannya berkas tersimpan rapi dan mudah dicari jika suatu saat akan digunakan lagi dan secara tidak langsung dapat mengurangi anggaran yang tadinya digunakan untuk membeli kertas formulir, biaya print formulir, dan biaya penggandaan formuli.

  4. Control : keamanan sistem lebih terjaga karena adanya pembagian level user.

  5. Efficiency : bagi panitia dan pendaftar akan lebih nyaman dan mudah dalam melakukan proses masing-masing, dalam hal ini panitia melakukan proses melayani pendaftar, dan si pendaftar melakukan proses pendaftaran.

  6. Service : layanan lebih baik

  1. ANALISA KEBUTUHAN PENGGUNA

Dalam sistem Penerimaan Siswa Baru ini ditujukan pada Panitia Penerimaan Siswa Baru dan Calon Siswa Baru, untuk mempermudah dan efisiensi dalam proses penerimaan siswa baru. Sistem ini ditampilkan dengan sederhana agar mudah di mengerti dan diterapkan, karena kami juga memberikan petunjuk penggunaan sistem ini.

  1. DAFTAR PUSTAKA

http://www.Ilmu-Komputer.com/

  1. LAMPIRAN

Daftar Pertanyaan Wawancara:

      1. Bagaimana Sistem Penerimaan Siswa Baru di SMP 1 Kertek?

      2. Siapa sajakah yang terlibat dalam Penerimaan Siswa Baru?

      3. Apakah menurut Bapak sistem yang diterapkan sudah efektif?

      4. Apa sajakah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan agar lebih efektif?

      5. Bagaimana rencana sistem Penerapan SiswaBaru yang akan diterapkan untuk tahun depan?

Lampiran Struktur Organisasi Sekolah

STRUKTUR ORGANISASI SMP 1 KERTEK

Keterangan :

——- : Garis Koordinasi

: Garis Komando

Tugas Administrasi Jaringan

Nama : Umi Nadhiroh

NPM : 07.0511.0113

Progdi : D3 TKJ / B

Domain Name System

Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.

Langsung ke: navigasi, cari

DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Sejarah singkat DNS

Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke jaman ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada – sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.

Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.

Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

Teori bekerja DNS

Para Pemain Inti

Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:

  • DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
  • recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;

dan

  • authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)

Pengertian beberapa bagian dari nama domain

Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik.

  • Label paling kanan menyatakan top-level domain – domain tingkat atas/tinggi (misalkan, alamat www.wikipedia.org memiliki top-level domain org).
  • Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: “subdomain” menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk subdomain dari domain wikipedia.org (pada prakteknya, id.wikipedia.org sesungguhnya mewakili sebuah nama host – lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktek, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit.
  • Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.wikipedia.org memiliki nama host “www”.

DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers. Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-”bawah”-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain).

Sebuah contoh dari teori rekursif DNS

Sebuah contoh mungkin dapat memperjelas proses ini. Andaikan ada aplikasi yang memerlukan pencarian alamat IP dari www.wikipedia.org. Aplikasi tersebut bertanya ke DNS recursor lokal.

  • Sebelum dimulai, recursor harus mengetahui dimana dapat menemukan root nameserver; administrator dari recursive DNS server secara manual mengatur (dan melakukan update secara berkala) sebuah file dengan nama root hints zone (panduan akar DNS) yang menyatakan alamat-alamt IP dari para server tersebut.
  • Proses dimulai oleh recursor yang bertanya kepada para root server tersebut – misalkan: server dengan alamat IP “198.41.0.4″ – pertanyaan “apakah alamat IP dari www.wikipedia.org?”
  • Root server menjawab dengan sebuah delegasi, arti kasarnya: “Saya tidak tahu alamat IP dari www.wikipedia.org, tapi saya “tahu” bahwa server DNS di 204.74.112.1 memiliki informasi tentang domain org.”
  • Recursor DNS lokal kemudian bertanya kepada server DNS (yaitu: 204.74.112.1) pertanyaan yang sama seperti yang diberikan kepada root server. “apa alamat IP dari www.wikipedia.org?”. (umumnya) akan didapatkan jawaban yang sejenis, “saya tidak tahu alamat dari www.wikipedia.org, tapi saya “tahu” bahwa server 207.142.131.234 memiliki informasi dari domain wikipedia.org.”
  • Akhirnya, pertanyaan beralih kepada server DNS ketiga (207.142.131.234), yang menjawab dengan alamat IP yang dibutuhkan.

Proses ini menggunakan pencarian rekursif (recursion / recursive searching).

Pengertian pendaftaran domain dan glue records

Membaca contoh diatas, Anda mungkin bertanya: “bagaimana caranya DNS server 204.74.112.1 tahu alamat IP mana yang diberikan untuk domain wikipedia.org?” Pada awal proses, kita mencatat bahwa sebuah DNS recursor memiliki alamat IP dari para root server yang (kurang-lebih) didata secara explisit (hard coded). Mirip dengan hal tersebut, server nama (name server) yang otoritatif untuk top-level domain mengalami perubahan yang jarang.

Namun, server nama yang memberikan jabawan otorisatif bagi nama domain yang umum mengalami perubahan yang cukup sering. Sebagai bagian dari proses pendaftaran sebuah nama domain (dan beberapa waktu sesudahnya), pendaftar memberikan pendaftaran dengan server nama yang akan mengotorisasikan nama domain tersebut; maka ketika mendaftar wikipedia.org, domain tersebut terhubung dengan server nama gunther.bomis.com dan zwinger.wikipedia.org di pendaftar .org. Kemudian, dari contoh di atas, ketika server dikenali sebagai 204.74.112.1 menerima sebuah permintaan, DNS server memindai daftar domain yang ada, mencari wikipedia.org, dan mengembalikan server nama yang terhubung dengan domain tersebut.

Biasanya, server nama muncul berdasarkan urutan nama, selain berdasarkan alamat IP. Hal ini menimbulkan string lain dari permintaan DNS untuk menyelesaikan nama dari server nama; ketika sebuah alamat IP dari server nama mendapatkan sebuah pendaftaran di zona induk, para programmer jaringan komputer menamakannya sebuah glue record (daftar lekat???)

DNS dalam praktek

Ketika sebuah aplikasi (misalkan web broswer), hendak mencari alamat IP dari sebuah nama domain, aplikasi tersebut tidak harus mengikuti seluruh langkah yang disebutkan dalam teori diatas. Kita akan melihat dulu konsep caching, lalu mengertikan operasi DNS di “dunia nyata”.

Caching dan masa hidup (caching and time to live)

Karena jumlah permintaan yang besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS menginginkan penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi beban dari masing-masing server DNS. Rencana mekanisnya menyarankan bahwa ketika sebuah DNS resolver (klien) menerima sebuah jawaban DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban) menyebutnya sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban masuk ke dalam cache, resolver akan mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut; hanya ketika TTL usai (atau saat administrator mengosongkan jawaban dari memori resolver secara manual) maka resolver menghubungi server DNS untuk informasi yang sama.

Waktu propagasi (propagation time)

Satu akibat penting dari arsitektur tersebar dan cache adalah perubahan kepada suatu DNS tidak selalu efektif secara langsung dalam skala besar/global. Contoh berikut mungkin akan menjelaskannya: Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk host www.wikipedia.org, kemudian mengganti alamat IP dari www.wikipedia.org pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak) satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL berlalu. Ini akan mengarahkan kepada pertimbangan logis yang penting ketika membuat perubahan kepada DNS: tidak semua akan melihat hal yang sama seperti yang Anda lihat. RFC1537 dapat membantu penjelasan ini.

DNS di dunia nyata

Di dunia nyata, user tidak berhadapan langsung dengan DNS resolver – mereka berhadapan dengan program seperti web brower (Mozilla Firefox, Safari, Opera, Internet Explorer, Netscape, Konqueror dan lain-lain dan klien mail (Outlook Express, Mozilla Thunderbird dan lain-lain). Ketika user melakukan aktivitas yang meminta pencarian DNS (umumnya, nyaris semua aktivitas yang menggunakan Internet), program tersebut mengirimkan permintaan ke DNS Resolver yang ada di dalam sistem operasi.

DNS resolver akan selalu memiliki cache (lihat diatas) yang memiliki isi pencarian terakhir. Jika cache dapat memberikan jawaban kepada permintaan DNS, resolver akan menggunakan nilai yang ada di dalam cache kepada program yang memerlukan. Kalau cache tidak memiliki jawabannya, resolver akan mengirimkan permintaan ke server DNS tertentu. Untuk kebanyakan pengguna di rumah, Internet Service Provider(ISP) yang menghubungkan komputer tersebut biasanya akan menyediakan server DNS: pengguna tersebut akan mendata alamat server secara manual atau menggunakan DHCP untuk melakukan pendataan tersebut. Jika administrator sistem telah mengkonfigurasi sistem untuk menggunakan server DNS mereka sendiri, DNS resolver umumnya akan mengacu ke server nama mereka. Server nama ini akan mengikuti proses yang disebutkan di Teori DNS, baik mereka menemukan jawabannya maupun tidak. Hasil pencarian akan diberikan kepada DNS resolver; diasumsikan telah ditemukan jawaban, resolver akan menyimpan hasilnya di cache untuk penggunaan berikutnya, dan memberikan hasilnya kepada software yang meminta pencarian DNS tersebut.

Sebagai bagian akhir dari kerumitan ini, beberapa aplikasi seperti web browser juga memiliki DNS cache mereka sendiri, tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan referensi DNS resolver, yang akan meningkatkan kesulitan untuk melakukan debug DNS, yang menimbulkan kerancuan data yang lebih akurat. Cache seperti ini umumnya memiliki masa yang singkat dalam hitungan 1 menit.

Penerapan DNS lainnya

Sistem yang dijabarkan diatas memberikan skenario yang disederhanakan. DNS meliputi beberapa fungsi lainnya:

  • Nama host dan alamat IP tidak berarti terhubung secara satu-banding-satu. Banyak nama host yang diwakili melalui alamat IP tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya (virtual hosting), hal ini memungkinkan satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Selain itu, sebuah nama host dapat mewakili beberapa alamat IP: ini akan membantuk toleransi kesalahan (fault tolerance dan penyebaran beban (load distribution), juga membantu suatu situs berpindah dari satu lokasi fisik ke lokasi fisik lainnya secara mudah.
  • Ada cukup banyak kegunaan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:, agen pemindahan surat Mail transfer agents(MTA) menggunakan DNS untuk mencari tujuan pengiriman E-mail untuk alamat tertentu. Domain yang menginformasikan pemetaan exchange disediakan melalui rekod MX (MX record) yang meningkatkan lapisan tambahan untuk toleransi kesalahan dan penyebaran beban selain dari fungsi pemetaan nama ke alamat IP.
  • Kerangka Peraturan Pengiriman (Sender Policy Framework) secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
  • Menyediakan keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya, tigabelas server akar (root servers) digunakan oleh seluruh dunia. Program DNS maupun sistem operasi memiliki alamat IP dari seluruh server ini. Amerika Serikat memiliki, secara angka, semua kecuali tiga dari server akar tersebut. Namun, dikarenakan banyak server akar menerapkan anycast, yang memungkinkan beberapa komputer yang berbeda dapat berbagi alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu jenis services melalui area geografis yang luas, banyak server yang secara fisik (bukan sekedar angka) terletak di luar Amerika Serikat.

DNS menggunanakn TCP dan UDP di port komputer 53 untuk melayani permintaan DNS. Nyaris semua permintaan DNS berisi permintaan UDP tunggal dari klien yang ddikuti oleh jawaban UDP tunggal dari server. Umumnya TCP ikut terlibat hanya ketika ukuran data jawaban melebihi 512 byte, atau untuk pertukaaran zona DNS zone transfer

Jenis-jenis catatan DNS

Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:

  • A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
  • AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
  • CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
  • [MX record]] atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
  • PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
  • NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
  • SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
  • SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
  • Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.

Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.

Nama domain yang diinternasionalkan

Nama domain harus menggunakan satu sub-kumpulan dari karakter ASCII, hal ini mencegah beberapa bahasa untuk menggunakan nama maupun kata lokal mereka. ICANN telah menyetujui Punycode yang berbasiskan sistem IDNA, yang memetakan string Unicode ke karakter set yang valid untuk DNS, sebagai bentuk penyelesaian untuk masalah ini, dan beberapa registries sudah mengadopsi metode IDNS ini.

Perangkat lunak DNS

Beberapa jenis perangakat lunak DNS menerapkan metode DNS, beberapa diantaranya:

Utiliti berorientasi DNS termasuk:

  • dig (the domain information groper)

Pengguna legal dari domain

Pendaftar (registrant)

Tidak satupun individu di dunia yang “memiliki” nama domain kecuali Network Information Centre (NIC), atau pendaftar nama domain (domain name registry). Sebagian besar dari NIC di dunia menerima biaya tahunan dari para pengguna legal dengan tujuan bagi si pengguna legal menggunakan nama domain tersebut. Jadi sejenis perjanjian sewa-menyewa terjadi, bergantung kepada syarat dan ketentuan pendaftar. Bergantung kepada beberpa peraturan penamaan dari para pendaftar, pengguna legal dikenal sebagai “pendaftar” (registrants) atau sebagai “pemegang domain” (domain holders)

ICANN memegang daftar lengkap untuk pendaftar domain di seluruh dunia. Siapapun dapat menemukan pengguna legal dari sebuah domain dengan mencari melalui basis data WHOIS yang disimpan oleh beberpa pendaftar domain.

Di (lebih kurang) 240 country code top-level domains (ccTLDs), pendaftar domain memegang sebuah acuan WHOIS (pendaftar dan nama server). Contohnya, IDNIC, NIC Indonesia, memegang informasi otorisatif WHOIS untuk nama domain .ID.

Namun, beberapa pendaftar domain, seperti VeriSign, menggunakan model pendaftar-pengguna. Untuk nama domain .COM dan .NET, pendaftar domain, VeriSign memegang informasi dasar WHOIS )pemegang domain dan server nama). Siapapun dapat mencari detil WHOIS (Pemegang domain, server nama, tanggal berlaku, dan lain sebagainya) melalui pendaftar.

Sejak sekitar 2001, kebanyakan pendaftar gTLD (.ORG, .BIZ, .INFO) telah mengadopsi metode penfatar “tebal”, menyimpan otoritatif WHOIS di beberapa pendaftar dan bukan pendaftar itu saja.

Kontak Administratif (Administrative Contact)

Satu pemegang domain biasanya menunjuk kontak administratif untuk menangani nama domain. Fungsi manajemen didelegasikan ke kontak administratif yang mencakup (diantaranya):

  • keharusan untuk mengikuti syarat dari pendaftar domain dengan tujuan memiliki hak untuk menggunakan nama domain
  • otorisasi untuk melakukan update ke alamat fisik, alamat email dan nomor telefon dan lain sebagainya via WHOIS

Kontak Teknis (Technical Contact)

Satu kontak teknis menangani server nama dari sebuah nama domain. Beberapa dari banuak fungsi kontak teknis termasuk:

  • memastikan bahwa konfigurasi dari nama domain mengikuti syarat dari pendaftar domain
  • update zona domain
  • menyediakan fungsi 24×7 untuk ke server nama (yang membuat nama domain bisa diakses)

Kontak Pembayaran (Billing Contact)

Tidak perlu dijelaskan, pihak ini adalah yang menerima tagihan dari NIC.

Server Nama (Name Servers)

Disebut sebagai server nama otoritatif yang mengasuh zona nama domain dari sebuah nama domain.

Tugas Pak Hendra ( ADMIN JARINGAN )

NAMA      :   UMI NADHIROH
NPM        :   07.0511.0113
KELAS     :   B

SYSTEM KERJA DNS ( DOMAIN NAME SERVER )

FLOWCHART PROSES KERJA DOMAIN NAME SERVER

TugaS JArkoM

Open Shortest Path First (OSPF)

Teori Dasar
OSPF adalah protokol routing yang menggunakan dasar linkstate.
Linkstate
menggunakan
algoritma SPF (Shortest Path First) untuk mempopulasikan routing table. OSPF berbagi
informasi routing dengan antar router.

Area
Dalam penggunaan protokol routing OSPF, perlu didefinisikan terlebih dahulu “area”.
Dimana untuk daerah jaringan backbone harus menggunakan area 0 atau 0.0.0.0

Netmask dan Wildcard
wildcard adalah kebalikan dari netmask.
Contoh : netmask 255.255.0.0 berarti wildcardnya 0.0.255.255

Contoh OSPF:
donald:~# telnet 10.252.101.10
Trying 10.252.101.10…
Connected to 10.252.101.10.
Escape character is ‘^]’.

User Access Verification

Password:
cisco3600>en
Password:
cisco3600#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
cisco3600(config)#router ospf 1
cisco3600(configrouter)#
network 10.252.101.0 0.0.0.255 area 0
cisco3600(configrouter)#^
Z
cisco3600#

Keterangan:
– Untuk memulai “router ospf 1” dimana 1 adalah ID dari router tersebut
– Kemudian masukkan jaringannya dengan perintah “network 10.252.101.0 0.0.0.255 area
0”, yg artinya mendaftarkan network 10.252.101.0/24 di area 0 (backbone)
– ^Z untuk kembali ke prompt
Contoh implementasi :

Gb 1. Contoh topologi OSPF

Pada R1:
router ospf 1
network 131.108.1.0 0.0.0.255 area 1
network 131.108.4.0 0.0.0.127 area 1
network 131.108.5.0 0.0.0.31 area 1
Pada R2:
router ospf 2
network 131.108.1.0 0.0.0.255 area 1
network 131.108.5.32 0.0.0.31 area 1
network 131.108.6.1 0.0.0.0 area 1
network 131.108.6.2 0.0.0.0 area 1

Berita Tentang Linux

Sebuah majalah bulanan, disebut Linux Journal, telah diluncurkan lebih dari tiga tahun yang lalu. Didalamnya termasuk artikel-artikel yang ditujukan untuk kebanyak level yang terlatih, dan ditujukan untuk membantu semua pemakai Linux. Biaya pendaftaran untuk satu tahun adalah $22 di U.S., $27 di Canada dan Mexico, dan $32 di tempat lainnya, dibayar dalam mata uang US. Formulir pendaftaran dapat dikirimkan melalui emai ke subs@ssc.com, atau di-fax ke +1-206-782-7191, atau menelepon ke +1-206-782-7733, atau dikirimkan ke

Linux Journal,
PO BOX 85867,
Seattle,
WA 98145-1867 USA.

SSC memiliki PGP public key yang disediakan untuk mengenkripsi e-mail anda untuk mengamankan nomor credit card Anda; tunjuklah info@ssc.com untuk mendapatkan key tersebut.Ada beberapa Usenet newsgroups untuk diskusi Linuz, dan juga beberapa mailing list. Lihatlah Linux FAQ untuk informasi lebih lanjut tentang mailing list atau pada site FTP).

Newsgroup news:comp.os.linux.announce merupakan newsgroup yang memiliki seorang moderator untuk pengumuman seputar Linux (program baru, perbaikan bug, dsb).

Newsgroup news:comp.os.linux.answer merupakan newsgroup yang memiliki seorang moderator ke mana FAQ, dokumen HOWTO, dan dokumentasi Linux yang lainnya dikirimkan.

Newsgroup news:comp.os.linux.admin merupakan newsgroup tanpa moderator untuk diskusi tentang administrasi sistem Linux.

Newsgroup news:comp.os.linux.development.system merupakan newsgroup tanpa moderator yang spesifik untuk diskesi tentang pengembangan kernel Linux. Pertanyaan hanya tentang pengembangan yang seharusnya didiskusikan di sini hanya yang sangat berkaitan erat dengan kernel. Pertanyaan-pertanyaan pengembangan lainnya mungkin membangkitkan pertanyaan-pertanyaan pengembangan Unix dan seharusnya malah diarahkan ke group comp.unix, kecuali jika merupakan pertanyaan aplikasi yang sangat spesifik Linux, dimana seharusnya diarahkan ke comp.os.linux.development.apps.

Newsgroup news:comp.os.linux.development.apps merupakan newsgroup tanpa moderator yang dikhususkan untuk diskusi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan aplikasi. Newgroup ini bukan untuk diskusi tentang dimana mendapatkan aplikasi Linux, ataupun forum diskusi untuk orang-orang yang berminat melihat aplikasi-aplikasi Linux.

Newsgroup news:comp.os.linux.hardware adalah untuk pertanyaan-pertanyaan Linux khusus hardware.

Newsgroup news:comp.os.linux.networking untuk pertanyaan-pertanyaan Linux yang khusus tentang pengembangan dan setup jaringan.

Newsgroup news:comp.os.linux.x adalah untuk pertanyaan-pertanyaan Linux khusus tentang X Windows.

Newsgroup news:comp.os.linux.misc merupakan pengganti comp.os.linux, dan berarti artinya untuk sembarang diskusi yang tidak termasuk dimana-mana. Secara umum, jangan tertukar antar newsgroup Linux. Pertukaran berita yang mungkin hanyalah pengiriman yang hanya kadang-kadang saja antar group yang tidak bermoderator dengan news:comp.os.linux.announce. Maksud dari pemecahan group yang lama comp.os.linux menjadi banyak group adalah untuk mengurangi lalu lintas dalam tiap group. Yang tidak mengikuti aturan ini akan disalahkan tanpa maaf … Linux di web pada URL http://sunsite.unc.edu/LDP.

(

Catatan penterjemah:
Linux Indonesia ada di http://www.linux.or.id

)

Tugas Jarkom

Nama : Umi Nadhiroh

NPM : 07.0511.0113

Magang : SMP 1 Kertek Kabupaten Wonosobo

Jumlah Lab Komputer ada 1 ruang dengan jumlah komputer 20 unit (Pentium III & IV). Dan sudah konek internet, dengan memakai dial-up (telkomnet).

Komputer di ruang Kepala Sekolah ada 1 unit (laptop) dan konek internet. Sedangkan di Ruang Guru 1 unit (Pentium III), ruang TU ada 2 unit (Pentium III), 2 ruang media masing-masing 1 unit dan di perpustakaan ada 1 unit.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!